13+ Metode Pembelajaran Utama Terbaik Menurut Ahli

Metode pembelajaran utama terbaik

Metode pembelajaran atau seringkali disebut sebagai learning methods merupakan proses penyampaian materi pendidikan terhadap peserta didik secara sistematis dan teratur oleh guru atau tenaga pengajar.

Melalui metode belajar yang dilakukan tersebut, maka bertujuan supaya pembelajaran yang diberikan bisa tercapai dengan baik.

Read More

Seorang guru tentunya harus dapat menerapkan metode pembelajaran yang tepat supaya proses kegiatan belajar mengajar lebih mudah dipahami oleh setiap siswa. Dengan hal tersebut maka pelajaran menjadi lebih menyenangkan karena siswa bisa menyerap pelajaran lebih mudah.

Metode Pembelajaran Utama Terbaik Menurut Ahli

Metode pembelajaran utama terbaik

Ada banyak sekali pengertian dari metode belajar atau pembelajaran yang perlu diketahui. Akan tetapi untuk semua pengertian pada dasarnya mempunyai inti yang sama, yaitu untuk mempermudah para siswa dalam belajar.

Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini pengertian dari metode belajar menurut dari para ahli, diantaranya:

  1. Ahmadi

Pengertian dari cara belajar menurut Ahmadi yaitu suatu pengetahuan yang berhubungan mengenai beberapa cara atau proses mengajar yang digunakan instruktur atau guru.

  1. Asbi Ashydiqih

Pendapat ahli Asbi Ashydiqih perihal metode belajar yaitu seperangkat cara yang bisa dilakukan supaya dapat mencapai tujuan tertentu pada proses pembelajaran.

  1. Nana Sudjana

Menurut Nana Sudjana, pengertian dari metode belajar yaitu cara yang digunakan oleh guru untuk mengadakan hubungan dengan siswa ketika berlangsungnya proses belajar mengajar.

  1. Abdurrahman Ginting

Metode belajar menurut pendapat Abdurrahman Ginting yaitu pola atau cara secara khas untuk memanfaatkan berbagai prinsip dasar dalam pendidikan maupun berbagai teknik serta sumber daya yang berhubungan lainnya, agar proses pembelajaran terjadi pada diri siswa.

  1. Sobry Sutikno

Pengertian dari metode belajar menurut Sobry Sutikno yaitu cara-cara yang digunakan untuk menyajikan materi pelajaran dan diberikan kepada siswa supaya metode pembelajaran diri siswa bisa mencapai tujuan.

Fungsi Metode Pembelajaran

Di dalam kegiatan belajar, metode yang digunakan mempunyai fungsi yang berbeda. Berikut ini ada beberapa fungsi dari metode belajar menurut pendapat Aswan Zain dan Syaiful Bahri Djamarah:

  1. Sebagai Strategi Pembelajaran

Untuk setiap siswa yang belajar di dalam kelas, pastinya mempunyai tingkat intelegensi yang tidak sama. Meskipun kelas tersebut terdapat banyak siswa terbaik.

Sementara kemampuan intelegensi di setiap siswa berpengaruh terhadap kemampuan untuk menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru melalui metode belajar yang diberlakukan guru kepada siswanya.

Maka diharapkan siswa bisa menangkap ilmu yang disampaikan. Dengan hal tersebut maka setiap guru wajib mengetahui metode belajar yang tepat untuk diterapkan di setiap kelas.

  1. Alat Motivasi Ekstrinsik

Dorongan pada diri sendiri supaya melakukan sesuatu, baik itu secara sadar atau tidak sadar disebut sebagai motivasi. Dalam kegiatan belajar mengajar tentu adanya motivasi sangatlah diperlukan.

Metode pembelajaran yang ada mempunyai peran yang sangat penting, yaitu sebagai alat motivasi ekstrinsik kepada siswa. Dengan adanya alat motivasi inilah maka siswa bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan lancar dan baik.

  1. Alat Mencapai Tujuan

Metode pembelajaran disebut sebagai alat untuk dapat mencapai tujuan karena metode pembelajaran mempunyai peran penting sebagai fasilitas pendidikan.

Dengan metode belajar inilah maka guru dapat menyampaikan materi pembelajaran pada peserta didiknya. Apabila penyampaian materi tidak memperhatikan metode belajarnya, maka bisa mengurangi nilai kegiatan belajar tersebut.

Tidak hanya itu saja, tanpa metode yang tepat, siswa juga tidak mempunyai motivasi dan pihak guru atau pengajar mengalami kesulitan ketika ingin menyampaikan materi pendidikan. Hal tersebutlah yang menjadikan tujuan dari pengajaran tidak dapat tercapai.

Tujuan Metode Pembelajaran

Secara umum, metode belajar mempunyai tujuan supaya dapat membantu dalam pengembangan kemampuan siswa secara individu agar dapat menyelesaikan permasalahan.

Berikut ini beberapa tujuan dari metode belajar, diantaranya:

  • Supaya proses pembelajaran berjalan dengan menyenangkan dan siswa mempunyai motivasi yang besar, sehingga materi pembelajaran dapat dimengerti oleh siswa dengan mudah.
  • Menghantarkan sebuah pembelajaran pada arah yang tepat dan ideal sesuai harapan.
  • Memudahkan proses pembelajaran supaya memberikan hasil yang baik, dengan begitu maka tujuan pembelajaran bisa tercapai.
  • Membantu siswa untuk menguji, menemukan, serta menyusun data yang dibutuhkan pada pengembangan, disiplin suatu ilmu.
  • Membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan individualnya supaya bisa mengatasi permasalahannya melalui terobosan solusi alternatif.

Metode Pembelajaran Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Pengajar atau guru harus mengetahui bagaimana metode pembelajaran yang digunakan. Untuk dijadikan sebagai rekomendasinya, berikut ini macam metode pembelajaran beserta kelebihan dan kekurangannya, diantaranya:

  1. Metode Berbagi Peran

Metode pertama yang bisa dicoba yaitu menggunakan metode berbagi peran atau disebut sebagai role playing. Metode ini dilakukan dengan cara melibatkan siswa dalam memerankan situasi tertentu atau suatu karakter.

Jika metode ini diterapkan, maka bisa melatih komunikasi siswa supaya dapat berinteraksi kepada orang lain.

Kelebihan:

  • Dapat dengan mudah memahami materi pelajaran yang diterimanya.
  • Melatih rasa percaya diri para siswa agar dapat melakukan peran tertentu ketika berada di depan kelas.
  • Siswa bisa mempraktekkan materi pelajaran secara langsung.

Kekurangan:

  • Bagi siswa berkarakter introvert akan sulit mengikuti metode pembelajaran berbagi peran atau role playing.
  • Bagi siswa pemalu tidak akan menyukai metode yang satu ini karena tidak memiliki keberanian mengikuti peran yang diperolehnya.
  1. Metode Pembelajaran Discovery

Supaya suasana kelas lebih hidup, maka guru atau pengajar bisa mencoba menggunakan metode pembelajaran discovery.

Metode ini membantu untuk mengembangkan sistem belajar siswa agar lebih aktif, mempunyai pemahaman yang baik serta mandiri.

Metode ini mengharuskan siswa untuk mencari jawaban pada setiap pertanyaan yang dibuatnya sendiri, sehingga siswa mempunyai daya ingat yang lebih baik.

Kelebihan:

  • Dapat meningkatkan hubungan timbal balik guru dan siswa.
  • meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi siswa melalui pertemuan.
  • Siswa bisa berpikir lebih mandiri dan lebih luas.
  • Dapat mengembangkan kemampuan kognitif para siswa.

Kekurangan:

  • Tidak semua siswa bisa menemukan penemuan dan memecahkan masalah.
  • Siswa cenderung lebih memperdulikan penemuannya, dibandingkan dengan memperhatikan sikap dan keterampilan.
  • Siswa diharuskan untuk mempunyai persiapan mental pada proses belajar mengajar.
  • Metode discovery hanya cocok digunakan pada kelas yang kecil atau siswanya sedikit.
  1. Metode Pembelajaran Mind Mapping

Untuk bisa memunculkan cara belajar yang efektif dan efisien, maka metode pembelajaran mind mapping menjadi metode yang paling tepat untuk dilakukan.

Alasannya karena metode ini melatih para siswa untuk berpikir secara runtut terhadap permasalahan yang sedang terjadi.

Misalnya seperti bagaimana permasalahan tersebut bisa terjadi dan bagaimana proses penyelesaiannya. Penggunaan metode ini secara tidak langsung siswa bisa meningkatkan daya pikir secara kritis dan daya analisisnya. Dengan hal tersebut maka dapat memahami permasalahan dari awal sampai akhir.

Kelebihan:

  • Bisa memunculkan ide baru melalui diagram yang digambarkan.
  • Siswa mempunyai alur berpikir yang jauh lebih efektif, sehingga mampu memberikan manfaat di kehidupannya.
  • Proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efisien.

Kekurangan:

  • Tidak semua siswa bisa mengerti mind mapping yang dibuat oleh temannya, karena metode ini hanya berisi inti sarinya saja.
  • Informasi bisa saja hilang dari dalam mapping.
  • Membutuhkan pengetahuan yang lebih banyak untuk membaca supaya proses pembuatan mapping bisa sejalan.
  • Tidak semua siswa terlibat pada kegiatan belajar dengan metode ini.
  1. Metode Skrip Kooperatif

Metode pembelajaran selanjutnya yang bisa dipertimbangkan yaitu dengan menggunakan metode skrip kooperatif. Metode ini dilakukan dengan cara memasangkan siswa dan menuntut siswa supaya dapat menyampaikan intisari materi pelajaran yang diberikan guru secara lisan. Guru bisa meminta siswa untuk memberikan kesimpulan di akhir sesi pembelajaran.

Kelebihan:

  • Menjadikan siswa lebih aktif dan berpartisipasi secara menyeluruh.
  • Menerapkan rasa percaya diri dan keberanian siswa di dalam kelas.
  • Melatih siswa supaya mendengarkan materi, menyimpulkan, serta menyampaikan intisari dari materi yang diberikan.

Kekurangan:

  • Hanya dapat dilakukan dua grup maupun dua orang yang berpasangan saja.
  • Hanya bisa diterapkan di dalam bidang studi tertentu.
  1. Metode Debat

Metode belajar seperti yang satu ini bisa dilakukan menggunakan aturan tertentu secara formal dengan tujuan untuk membahas suatu permasalahan serta mencari solusinya. Siswa bisa saling beradu argumentasi, baik itu secara berkelompok, maupun perorangan.

Kelebihan:

  • Melatih rasa percaya diri para siswa untuk bisa menyampaikan pendapatnya.
  • Memberikan dorongan kepada siswa supaya bisa mencari informasi agar dapat memperkuat argumentasinya.
  • Melatih kerjasama antar kelompok.
  • Melatih siswa agar bisa mempertahankan argumentasinya.

Kekurangan:

  • Kebanyakan dari pendapat tidak mempunyai intisari, namun hanya berisi sanggahan saja.
  • Argumentasi yang ditimbulkan seringkali tidak ada penyelesaian, hanya siswa tertentu yang akan melakukan kegiatan debat.
  1. Metode Perancangan

Supaya memberikan rangsangan kepada siswa agar mempunyai kemampuan dalam membuat suatu proyek yang nantinya harus diteliti, maka guru bisa menggunakan metode pembelajaran seperti perancangan.

Kelebihan:

  • Mampu memberikan dorongan kepada siswa agar dapat berpikir secara kritis, sehingga dapat memecahkan suatu masalah yang terjadi.
  • Membantu siswa supaya bisa mengintegrasikan sikap pengetahuan serta keterampilan secara terpadu.

Kekurangan:

  • Membutuhkan tenaga pengajaran secara khusus supaya dapat merencanakan sekaligus melaksanakan kegiatan.
  • Hanya bisa dilakukan pada saat terdapat event tertentu, seperti perlombaan.
  • Membutuhkan fasilitas dan sumber daya yang cukup besar.
  1. Metode Latihan

Metode yang dilakukan untuk soft skill atau keterampilan setiap siswa dalam merancang membuat serta memanfaatkan sesuatu disebut sebagai training atau metode latihan.

Kelebihan metode ini yaitu melatih siswa supaya lebih fokus, teliti dan cepat. Siswa akan diuji kreativitasnya selama proses belajar-mengajar dilakukan, memberikan pelatihan kepada siswa dari segi kognitif dan kecakapan motorik.

  1. Metode Karya Wisata

Jika seorang guru menggunakan metode karyawisata dalam metode belajarnya, maka harus memanfaatkan lingkungan maupun tempat-tempat tertentu yang sekiranya mempunyai sumber ilmu untuk siswa.

Jenis metode ini tentunya harus memperoleh pengawasan dari guru secara langsung.

Kelebihan:

  • Memberikan rangsangan kepada siswa supaya lebih kreatif untuk berpikir sekaligus menyampaikan pendapatnya.
  • Kegiatan pengajaran akan jauh lebih menarik dan menyenangkan, karena dilakukan di luar ruangan.
  • Memberikan interaksi secara langsung antara siswa dengan lingkungan alam maupun tempat-tempat tertentu.

Kekurangan:

  • Siswa lebih cenderung mengutamakan tujuan rekreasinya dibandingkan dengan tujuan pembelajaran.
  • Membutuhkan faktor keselamatan yang sangat penting.
  • Membutuhkan persetujuan dari beberapa pihak, yaitu orang tua, pihak sekolah, ataupun pihak yang lainnya.
  • Perencanaan harus matang.
  • Biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit.
  1. Metode Eksperimen

Dalam kegiatan percobaan atau praktikum, maka metode eksperimen bisa dilakukan. Dengan menggunakan metode ini maka diharapkan siswa bisa melihat secara langsung materi pelajaran yang sedang dipelajarinya.

Kelebihan:

  • Siswa mempunyai motivasi untuk mempunyai jiwa penelitian dalam pengembangan keilmuannya.
  • Membantu siswa supaya dapat bereksplorasi sekaligus mengembangkan diri dengan melalui tahap percobaannya.
  • Melatih siswa supaya berpikir bahwa materi pelajarannya bisa dibuktikan melalui percobaan.

Kekurangan:

  • Tidak semua materi pelajaran bisa melalui metode percobaan.
  • Siswa tidak bisa melakukan eksperimen, jika peralatan tidak lengkap.
  • Hanya pelajaran tertentu yang bisa dilakukan.
  • Waktu yang terbatas
  1. Metode belajar Resitasi

Melalui metode pembelajaran resitasi ini, maka siswa diharuskan untuk membuat resume yang berhubungan dengan materi yang telah disampaikan pengajar. Resume bisa dituliskan dalam kertas serta menggunakan kata-kata sendiri.

Kelebihan:

  • Melatih siswa agar mempunyai rasa tanggung jawab dan dapat mengambil inisiatif.
  • Memberikan kemudahan para siswa supaya lebih mengingat materi pelajaran yang telah disampaikan.
  • Memberikan dorongan kepada siswa agar melatih menulis dengan baik.

Kekurangan:

  • Sulit melakukan evaluasi, untuk memastikan apakah siswa benar-benar memahami materi yang telah di resumenya.
  • Tidak semua siswa dapat meresume dengan kata-katanya sendiri, karena ada beberapa siswa yang mencontek atau bahkan dikerjakan orang lain.
  1. Metode Demonstrasi

Cara yang dilakukan pada metode demonstrasi ini yaitu dengan bentuk praktikum. Dengan begitu maka siswa dapat melihat secara langsung materi apa yang sedang dipelajarinya.

Pada biasanya metode ini jauh lebih menarik karena siswa menjadi lebih fokus pada materi pembelajaran yang diperolehnya.

Kelebihan:

  • Siswa akan memahami informasi dari pengajar atau guru lebih mudah.
  • Bisa meminimalisir kesalahan, karena terdapat bukti konkrit yang terlihat melalui praktek langsung, maka informasi yang diperolehnya pun lebih mudah dimengerti.

Kekurangan:

  • Tenaga pengajar harus memahami materi yang diberikan.
  • Tidak semua materi pelajaran bisa didemonstrasikan.
  • Hanya dapat dilakukan pada kelas dengan siswa yang sedikit.
  1. Metode Diskusi

Agar proses belajar lebih efektif, metode belajar diskusi cenderung membantu siswa untuk memecahkan masalah. Metode belajar yang digunakan ini lebih mengedepankan aktivitas diskusi di dalam kelas.

Jika ingin menggunakan metode belajar diskusi, maka harus membentuk suatu kelompok diskusi dalam membahas suatu masalah.

Kelebihan:

  • Melatih siswa untuk menyadari betapa pentingnya menghargai serta toleransi terhadap pendapat orang lain.
  • Membantu siswa agar terdorong berpikir secara kritis.
  • Melatih siswa agar dapat menyampaikan pendapatnya di depan kelas.

Kekurangan:

  • Hanya bisa digunakan pada kelompok kecil.
  • Hanya didominasi oleh siswa yang lebih suka berbicara atau berani.
  • Membutuhkan cara formal ketika menyampaikan pendapatnya.
  • Keterbatasan tema
  1. Metode Ceramah

Cara konvensional yang seringkali dilakukan oleh pengajar atau guru yaitu dengan menggunakan metode ceramah. Metode ini dilakukan dengan menyampaikan informasi secara lisan.

Jika dibandingkan dengan metode yang lainnya, ternyata metode ceramah ini dianggap sebagai salah satu metode paling ekonomis dan praktis.

Kelebihan:

  • Memberikan dorongan kepada siswa supaya melatih fokus dan konsentrasi.
  • Kegiatan belajar bisa diikuti peserta didik yang banyak.
  • Proses belajar menjadi lebih mudah.
  • Tenaga pengajar bisa mengendalikan kelas sepenuhnya.

Kekurangan:

  • Menjadikan peserta didik lebih pasif, karena hanya mendengarkan guru saja.
  • Proses pengajaran menjadi membosankan.
  • Siswa justru akan mengalami kesulitan untuk mengingat, karena hanya mendengar saja.

Sebagai seorang pengajar atau guru, pastinya harus mengetahui bagaimana metode yang tepat digunakan. Tujuannya yaitu supaya siswa lebih aktif ketika berada di dalam kelas.

Selain itu, metode pembelajaran yang mudah bagi siswa maka akan menjadikan siswa tidak akan kesulitan dalam belajarnya atau menerima materi yang disampaikan oleh guru.

5 / 5. 513

Related posts